7 Film Terbaik Tanah Air yang Bisa Ditonton Bersama Keluarga

Informasi Seru dan Unik


Ditulis oleh – Diperbaharui 22 Februari 2019

Film keluarga adalah film yang sengaja dirancang untuk ditonton berbagai usia. Dengan demikian disebut film keluarga, karena bisa ditonton oleh seluruh anggota keluarga. Ayah, Ibu, beserta anak-anak. Kecuali bayi mungkin, karena nggak disarankan membawa bayi masuk bioskop. Suara di dalam bioskop nggak ramah untuk telinga bayi.

Nah, jika kamu sedang mencari rekomendasi film keluarga dari Indonesia, Bacaterus telah merangkum judul-judul pilihan berikut ini.

7 Film Keluarga Indonesia

1. Cek Toko Sebelah [2016]

Cek Toko Sebelah

loading...

Cek Toko Sebelah

Film keluarga Indonesia yang ini selain sangat relevan juga sangat lucu. Relevan karena tema yang diangkat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lucu karena yang menulis dan menyutradarai seorang Ernest Praksa.

Kisahnya tentang konflik yang terjadi di dalam keluarga kecil yang sangat umum terjadi. Orang tua yang ingin anaknya meneruskan usaha dan seorang kakak yang selalu kalah oleh adiknya.

Ernest berperan sebagai seorang adik yang lebih sukses dari kakaknya. Dia punya karir yang gemilang, tetapi Bapaknya ingin dia untuk melanjutkan usaha toko sembako yang sudah dirintis dari nol. Sementara itu, Dion Wiyoko berperan sebagai sosok kakak yang gagal sehingga Bapaknya tidak mau mempercayakan toko itu kepadanya.

Salah satu film terbaik Ernest Prakasa ini sangat menghibur tetapi juga menghangatkan hati. Kita digambarkan bagaimana perasaan seorang kakak yang selalu diremehkan karena tidak lebih baik. Juga bagaimana dilema yang dialami sang adik ketika harus memilih karir atau kepercayaan orang tuanya.

2. Susah Sinyal [2017]

Susah Sinyal

Susah Sinyal

Film ini sangat relevan untuk jaman sekarang. Keluarga yang hidup di jaman modern. Komunikasi semakin mudah, tetapi kualitasnya semakin berkurang. Ceritanya tentang Ibu dan anak yang jarang berkomunikasi karena kesibukan masing-masing. Adinia Wirasti dan Aurora Ribero yang memerankan Ibu dan Anak di film ini.

Ibunya sibuk bekerja, sementara anaknya tidak cukup terbuka pada ibunya. Mereka tidak saling tahu perasaan masing-masing meskipun tinggal serumah. Lalu, pada satu kesempatan mereka meluangkan waktu untuk berlibur bersama berdua saja.

Di sanalah hubungan mereka mulai diperbaiki karena tempat yang mereka tuju adalah tempat yang susah sinyal. Jadi, mereka bisa berbicara lebih banyak satu sama lain. Untuk kamu yang sudah terlalu fanatik sama ponsel pintar, film ini bisa jadi film yang menarik untuk ditonton bersama keluarga.

Meskipun terkesan drama, sebenarnya film ini sangat kental dengan nuansa komedi. Penulis dan sutradaranya Ernest Prakasa yang mana merupakan seorang komedian. Di dalam film ini juga kamu akan melihat beberapa komedian bermain membawa kelucuan masing-masing.

3. Kulari ke Pantai [2018]

Kulari ke Pantai

Kulari ke Pantai

Kulari ke Pantai adalah film keluarga Indonesia yang diproduseri oleh Mira Lesmana dan disutradarai oleh Riri Riza. Dua nama besar itu sudah cukup untuk menarik minat para pecinta film mengingat karya-karya mereka yang memang dikenal bagus.

Ceritanya tentang Sam yang berusia 10 tahun berencana melakukan perjalanan darat berdua saja bersama Ibunya. Dari Jakarta, mereka akan menuju Banyuwangi untuk menemui peselancar idola Sam.

Sehari sebelum berangkat, Happy, sepupu Sam yang berusia 12 tahun berulah saat kumpul keluarga di Jakarta. Di hadapan banyak orang, Happy merendahkan Sam. Ibu Happy meminta Happy untuk ikut dalam perjalanan darat Sam dengan harapan, anak itu akan lebih mengenal dan menghargai sepupunya.

Perbedaan keduanya membuat perjalanan darat dengan mobil menjadi tak terduga dan dipenuhi hal-hal di luar rencana. Berbagai kejadian muncul dan berbagai karakter unik serta lucu ditemui selama perjalanan itu.

4. Sabtu Bersama Bapak [2016]

Sabtu Bersama Bapak

Sabtu Bersama Bapak

Menceritakan tentang Bapak beserta seluruh ketulusannya selalu menggetarkan hati siapapun yang menyimaknya. Banyak orang bilang, yang dibuat dengan hati, akan sampai ke hati. Termasuk novel Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya ini.

Pesannya sudah begitu kuat sejak masih berbentuk novel. Kekuatan pesan itu tetap terasa ketika karya ini diadaptasi menjadi sebuah film. Menceritakan tentang sosok Bapak yang tetap hadir bahkan setelah dirinya tiada.

Bukan, ini bukan film horor. Sosok Bapak itu bukan hadir menjadi hantu, tetapi rekaman yang sengaja dibuat ketika sang Bapak tahu kalau dia punya penyakit parah. Kemungkinan terburuk bisa datang kapan saja, dan sang Bapak mempersiapkan semuanya dengan matang.

Bapak, yang diperankan oleh Abimana Aryasatya tidak ingin anak-anaknya merasa kalau Bapak mereka meninggalkan mereka dengan ketiadaannya. Maka sebelum hari itu tiba, Bapak mempersiapkan rekaman dirinya yang kemudian ditonton setiap hari Sabtu oleh anak-anaknya. Satya diperankan oleh Arifin Putra dan Cakra diperankan oleh Deva Mahenra.

Menonton film ini rasanya seperti menyimak nasihat Bapak tetapi dikemas dengan cara yang menarik. Pesan-pesannya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari membuat film ini menjadi ringan tetapi dalam dan bermakna. Kalau mau nonton, bawa tisu ya!

5. Joshua oh Joshua [2001]

Joshua oh Joshua

Joshua oh Joshua

Mungkin kamu mengenal Joshua sekarang sebagai seorang Youtuber, komedian, dan aktor. Jauh sebelum hari ini, Joshua adalah penyanyi cilik. Kalau kamu mengenal Joshua yang seorang penyanyi cilik, mungkin kamu sudah punya anak sekarang.

Karirnya sebagai penyanyi cilik sangat bagus pada masa itu. Lagunya disukai banyak orang, albumnya juga laku keras. Padahal, dulu belum era internet. Ruang untuk tampil di publik belum sebanyak sekarang.

Ditengah kesuksesan karirnya sebagai penyanyi cilik, Joshua juga bermain film. Judulnya, Joshua Oh Joshua. Pada masa itu, industri film Indonesia belum sebagus sekarang tetapi film ini bisa dibilang laris di pasaran.

Film ini berhasil menarik banyak keluarga untuk pergi ke bioskop. Mengingat waktu itu tidak banyak film bioskop yang ditujukan untuk keluarga. Film ini salah satu yang mungkin paling berhasil.

Cerita yang diangkat memang dramatis. Joshua berperan sebagai anak seorang pemulung yang miskin dan tinggal di lingkungan kumuh. Dia juga seringkali diperlakukan tidak baik oleh Ibunya. Joshua yang masih kecil sudah terbiasa mengamen.

Kemudian diketahui bahwa Joshua bukanlah anak kandung mereka. Cerita Joshua menemukan orang tua kandungnya cukup menarik untuk disimak. Adegan demi adegan dibuat sesuai kebutuhan tanpa berlebihan. Film keluarga keluaran lama yang menarik untuk ditonton.

6. 9 Summers 10 Autumns [2013]

9 Summers 10 Autumns

9 Summers 10 Autumns

Sebelumnya, 9 Summers 10 Autumns adalah sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata penulisnya, Iwan Setyawan. Kemudian diadaptasi menjadi sebuah film karena kisahnya memang bagus sekali untuk dikembangkan dari tulisan menjadi tontonan. Ihsan Tarore yang menjadi peran utama dalam film ini.

Kisahnya tentang perjuangan seorang anak dari keluarga sederhana yang tumbuh di kampung sampai menjadi seorang direktur di New York. Pendidikan dan ketekunan yang ditekankan dalam film ini. Bahwa seburuk apapun hari ini, masih bisa berubah lebih baik di masa depan.

Karena film ini diangkat dari kisah nyata, jadi selain menjadi hiburan juga bisa dijadikan pelajaran. Kisahnya layak menjadi teladan untuk kita yang mungkin hampir menyerah hari ini. Kalau kamu menyukai film yang sarat akan inspirasi, film keluarga Indonesia yang satu ini bisa jadi pilihan untuk ditonton bersama keluarga di akhir pekan.

7. Keluarga Cemara [2018]

Keluarga Cemara

Keluarga Cemara

Dulu, Keluarga Cemara adalah sinetron yang tayang di layar kaca. Sekarang Keluarga Cemara tampil di layar lebar dalam format film. Film ini sudah disukai banyak orang bahkan sebelum dibuat menjadi film. Film ini disutradarai oleh Yandy Laurens. Beberapa bintang yang terlibat antara lain, Ringgo Agus, Nirina Zubir, dan Zara JKT48.

Banyak nilai-nilai kekeluargaan yang bisa dipetik melalui film ini. Berkisah tentang keluarga mapan dan berkecukupan yang kemudian tertipa musibah sampai hidup mereka berubah seutuhnya.

Tempat tinggal yang berbeda, ekonomi yang memburuk, tetapi keluarga ini tetap menjadi sebuah keluarga yang tidak kekurangan kebahagiaan. Sebuah tontonan yang menghangatkan, apalagi kalau ditonton bersama keluarga.

Kapan terakhir kali kamu menonton bersama keluarga? Film apa yang kamu tonton waktu itu? Kalau seandainya kamu merasa sudah agak lama tidak menonton film keluarga bersama keluarga, film-film yang direkomendasikan di atas bisa jadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Kamu punya rekomendasi tambahan? Kolom komentar sudah disediakan! Di sana kamu bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan soal film keluarga, loh! Jangan merasa sungkan ya, karena berbagi itu tidak pernah salah. Berbagi itu tanda peduli.

bacaterus

powered by Surfing Waves
loading...

loading...
|
Baca Lagi
close