8 Tempat Makan Sate Padang di Bandung yang Lamak Bana!

Informasi Seru dan Unik


Anda bingung mau makan apa siang ini? Bosan dengan bakso, lotek, dan soto? Kenapa tidak makan sate padang saja? Berbeda dengan sate madura dan sate maranggi yang sudah familiar di lidah orang Bandung, cita rasa sate padang dapat membuat kaget sejumlah orang. Pasalnya, sate ini tidak menggunakan bumbu kacang atau pun kecap, melainkan dengan bumbu kental yang ada rasa pedas-pedasnya.

Sesuai namanya, makanan ini aslinya dari Padang, Sumatera Barat. Kuliner ini cukup populer di Bandung, mengingat bahan utama sate padang adalah sapi dan jeroannya. Lalu cita rasa saus sate padang yang pedas juga dapat diterima dengan baik di masyarakat. Ada yang menjajakkan sate padang di gerobak dorong, mangkal di pinggir jalan, di rumah makan padang, hingga di restoran.

FYI, sate padang itu ada tiga macam, yaitu sate padang, sate padang panjang, dan sate pariaman. Yang membuat ketiga sate ini berbeda adalah kuahnya. Sate padang panjang memiliki kuah berwarna kuning, sedangkan bumbu sate pariaman berwarna merah dan kuahnya kecoklatan. Tentu cita rasanya pun berbeda pula. Kalau sate padang saja merupakan perpaduan antara kedua sate sebelumnya.

Lalu, berbeda dengan sate madura yang masih mentah sebelum dibakar, sate padang sudah dalam kondisi matang karena sebelumnya direbus terlebih dahulu. Pembakaran hanya berguna untuk menghangatkan dan memberikan rasa gurih dari lemak punuk sapi yang meleleh. Air bekas merebus dagingnya dicampur rempah-rempah dan tepung beras untuk dibuat saus.

loading...

Nah, sekarang Bacaterus mau memberi tahu Anda lokasi sate padang di Bandung yang lamak bana alias enak banget. Penasaran ingin tahu tempatnya ada di mana saja? Langsung simak saja review kuliner kami kali ini.

8 Tempat Makan Sate Padang di Bandung

1. Sate Padang Badano

Sate Padang Badano

* sumber: kunyahbandung.blogspot.com

Tempat sate padang di Bandung yang enak ini bernama Sate Padang Badano. Lokasi sate padang yang endeus banget ini ada di pertigaan Jalan Martanegara, Turangga. Patokannya, kedai ini ada di depan Waserba (warung serba ada) Martanegara.

Tidak sulit menemukan Sate Padang Badano, cari saja gerobak sate yang warnanya kuning”“merah, lalu warna terpalnya merah menyala, itu pasti kedainya. Harga seporsi sate padang di sini mulai dari Rp 20 ““ 25 ribu, tergantung Anda mau yang satenya hanya daging saja, atau jeroan saja.

Kedai ini sangat padat pengunjung pada malam hari. Tak jarang, antrean orang-orang mengular hanya demi dapat merasakan nikmatnya sate padang ala Badano. Tidak perlu khawatir, karena pelayanan di kedai ini sangat cepat, jadi Anda tidak akan merasa bete ketika menunggu.

Kalau Anda makan di tempat, Anda bisa makan sate padang sambil diselingi kerupuk dan keripik balado yang tersedia. Anda bisa membelinya juga untuk dimakan bersama sate yang Anda bungkus, kalau mau.

2. Sate Padang Kembar Jaya Bandung

Sate Padang Kembar Jaya Bandung

* sumber: bandung.panduanwisata.id

Tempat sate padang di Bandung yang recommended selanjutnya adalah Sate Padang Kembar Jaya Bandung. Lokasinya ada di Simpang Dago, Jalan Ir. H. Juanda. Jalanan ini terkenal sebagai tempat belanja sayur-mayur hingga jajaran kulineran murah meriahnya. Mulai dari camilan hingga makanan berat yang harganya merakyat ada di Simpang Dago. Nah, salah satu kedai yang wajib Anda coba di sini adalah Sate Padang Kembar Jaya Bandung.

Uniknya, kedai sate ini tidak perlu Anda tunggu hingga malam hari untuk buka, karena mereka sudah beroperasi sejak pagi hari. Justru sate ini tidak lagi buka saat matahari telah terbenam, karena saat petang pun sate mereka sudah habis.

3. Rumah Makan Padang Bu Mus

Rumah Makan Padang Bu Mus

* sumber: keluarga-setyolaksono.blogspot.com

Biasanya, rumah makan padang yang besar dan terkenal menyediakan sate padang juga, seperti yang dilakukan oleh Rumah Makan Padang Bu Mus. Tidak hanya aneka masakan khas Minang-nya saja yang dicintai orang-orang, tapi sate padang Bu Mus juga begitu diminati.

Daging satenya empuk, bumbunya kental, dipadu dengan potongan lontong dan disajikan di atas piring beralaskan daun pisang. Anda bisa makan masakan lainnya di jam berapa pun juga, tapi untuk sate padangnya baru bisa Anda pesan di atas jam 5 sore, ya. Rumah Makan Padang Bu Mus tidak membuka cabang di tempat lain, hanya di Jalan Buahbatu no. 182, Cijagra, Lengkong. Hubungi di nomor telepon (022)7311604.

4. Sate Padang Serasi

Sate Padang Serasi

* sumber: rullytricahyono.com

Makan siang pakai Sate Padang Serasi ditemani segelas es jeruk? Serasi banget, deh, pokoknya! Tempat sate padang di Bandung ini tidak sulit dicari, kok. Posisinya ada di terminal bis DAMRI depan Universitas Padjajaran (UNPAD).

Di sana ada banyak tenda yang menjual aneka makanan dan minuman, salah satunya adalah Sate Padang Serasi yang berada di pojokan. Karena posisinya, banyak mahasiswa dan orang yang mau naik bis makan di tempat ini.

Seporsi sate padang di sini merupakan sate daging dan lidah sapi yang diberi irisan ketupat serta disiram kuah kental kecoklatan. Satu porsi sate plus minuman di sini hanya perlu Anda bayar dengan Rp 19 ribuan saja. Murah meriah, bukan?

5. Sate Padang Sumber Sari

Sate Padang Sumber Sari

* sumber: www.instagram.com

Nikmati sate yang berisikan potongan katupek (ketupat), siraman kuah kental, taburan bawang goreng, dan disajikan di atas daun pisang ini di Sate Padang Sumber Sari. Sate ini cocok banget menjadi makan siang dan makan malam Anda. Alamatnya ada di Jalan Sumbersari (dekat Gerbang Tol Pasir Koja).

6. Sate Padang Jaso Kawan

Sate Padang Jaso Kawan sate padang di Bandung

* sumber: kunyahbandung.blogspot.com

Jangan ngaku penggemar berat sate padang kalau belum mencoba Sate Padang Jaso Kawan. Alamatnya ada di Jalan Terusan Jakarta no. 104, Bandung Timur. Yang membuat sate di sini berbeda adalah potongannya besar-besar, dagingnya empuk, aroma bakarnya pas, dan bumbu sausnya mantap banget (tidak terlalu pedas, tapi pas). Informasi lebih lanjut silakan hubungi (022)7206692.

7. Sate Padang Karapitan / Sate Padang Pariaman Goyang Lidah Asli Pak Mansyur

Sate Padang Karaipitan

* sumber: kunyahbandung.blogspot.com

Sebenarnya, nama kedai ini adalah Sate Padang Pariaman Goyang Lidah Asli Pak Mansyur, tapi orang-orang ada yang suka menyebutnya sebagai Sate Padang Karapitan saja. Bisa Anda tebak dari namanya, Sate Padang Karapitan pasti ada di Jalan Karapitan, tepatnya ada di Jalan Karapitan no. 8, Paledang, Lengkong. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Toko Buku Singgalang.

Orang yang jauh pun banyak yang niat datang ke Karapitan hanya untuk mencicipi satenya Goyang Lidah Asli. Cita rasa rempahnya nendang banget di mulut, pedas tapi tidak berlebihan. Tidak hanya di bumbu sausnya, bumbu-bumbu tersebut sudah sangat terasa di dagingnya juga. Anda bisa memilih mau sate yang full daging atau dicampur dengan lidah sapi. Semuanya tidak alot, kok, pokoknya sate ini lembut dan empuk banget!

Jika ingin menambahkan tekstur garing, Anda bisa makan sate sambil ngemil kripik balado khas Minang atau kerupuk kulit yang tersedia di sana. Satu porsi sate ini dihargai Rp 26 ribu. Anda dapat mengunjungi kedainya setiap hari dari jam 6 pagi ““ 2 siang. Tunggu waktu istirahat sebentar, lalu kedai ini buka lagi dari jam 5 sore ““ 11 malam. Kedai ini buka cabang juga di Jalan Burangrang (depan SMA BPI 1 Bandung).

8. Sate Padang Ambu

Sate Padang Ambu

*

Walaupun pada namanya terselip sesuatu berbau tanah Sunda (ambu berarti ibu dalam bahasa Sunda), kedai ini merupakan tempat sate padang di Bandung yang terbaik. Namanya adalah Sate Padang Ambu. Tidak percaya? Coba sendiri saja.

Bumbu yang khas, aroma bakar dari satenya, ketupatnya yang empuk, dan kerupuk kulitnya yang kriuk-kriuk membuat siapa saja jatuh cinta dengan sate padang yang satu ini. Sate Padang Ambu terletak di Jalan Purwakarta, Antapani. Mereka buka dari sore sampai malam hari.

Nah, itulah delapan sate padang di Bandung yang lamak bana a.k.a enak banget versi Bacaterus. Sate padang memang makanan yang paling pas dimakan siang dan malam hari, tapi ada juga yang sudah berjualan untuk sarapan. Kalau kedai sate padang favorit Anda yang mana, nih?

bacaterus

powered by Surfing Waves
loading...

loading...
|
Baca Lagi
close